Rabu, 10 Februari 2016

Pengetahuan Mengenai Ibadah Haji dan Tata Cara Pelaksanaannya

Pengetahuan Mengenai Ibadah Haji _ Ibadah haji adalah ibadah yang menjadi rukun Islam yang kelima. Di mana rukun Islam ini diwajibkan bagi umat Islam yang mampu. Menjalankan ibadah ini merupakan ritual yang dilakukan bagi umat Muslim yang mampu, baik secara fisik, keilmuan dan secara material. Umat Muslim yang tidak mampu memenuhi ketiganya maka tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah ini. Misal, orang yang mampu dalam keilmuan dan fisik namun tidak mampu dalam materi maka orang tersebut tidak diwajibkan. Ibadah ini sendiri dilakukan di tempat dan pada waktu yang sudah ditentukan. Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima yang wajib dilaksanakan bagi yang mampu. Baik mampu secara materi, fisik dan ilmu agar ibadah ini dilakukan dengan benar.

Rukun, Wajib dan Syarat Haji, Bagi Anda yang ingin menunaikan ibadah haji, ketahui rukun, wajib dan juga syarat haji berikut ini. Rukun haji sendiri terdiri dari 6 yaitu, ihram, wukuf, thawaf, sa’i, tahallul dan tertib. Sementara wajib haji terdiri dari ihram dari miqat, wuquf di Padang Arafh, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melempar jumrah dan tawaf Wada’. Sementara syarat wajib haji antara lain yaitu Islam, berakal, balig dan mampu. Itu adalah rukun, wajib dan juga syarat haji yang penting untuk Anda ketahui.

Ibadah Haji

Pelaksanaan Ibadah Haji

Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang Anda lakukan ketika melaksanakan haji:

1. Ihram dari miqat

Ihram dimulai sejak awal bulan Syawal yaitu dengan melakukan mandi sunah. Kemudian dilanjutkan dengan berwudhu, menggunakan pakaian ihram, berniat dan mengucapkan Labbaik Allahmumma hajjan. Kemudian dilanjutkan dengan berangkat menuju padang arafah sembari membaca Labbaik Allahumma labbaik, lbbaik la syarikat laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’mata laka wa al-mulk, la syarikat laka.

2. Wukuf di arafah

Wukuf ini dilakukan pada tanggal 9 dzulhijah, dimulai dari tergelincirnya matahari hingga terbit fajar matahari pada tanggal 10 dzulhijah. Hal-hal yang dilakukan ketika wukuf yaitu sholat jamak taqdim dan juga qashar magrib-isya.

3. Mabit di Muzdalifah

Waktunya yaitu setelah tengah malam hingga sebelum terbit fajar. Pada waktu itu mengambil kerikil sebanyak 49 atau 0 butir yang akan digunakan untuk melempar jumrah di Mina. Setelah itu melakukan sholat subuh di awal waktu kemudian barulah menuju Mina.

4. Melempar jumrah

Melempar jumrah di bukit Aqabah pada tanggal 10 dzulhijah yaitu sebanyak 7 kerikil, dilanjutkan dengan menyembelih hewan kurban

5. Tahallul

Tahallul yaitu melepas pakaian ihram setelah mengerjakan amalan-amalan haji. Di mana tahallul awal dilakukan setelah melempar jumrah Aqaba yaitu dengan memotong rambut minimal 3 helai.

6. Mabit di Mina

Mabit di Mina dilaksanakan di hari tasyik yaitu hari yang diharamkan untuk berpuasa (11, 12 dan 13 dzulhijah). Pada siang hari pada hari-hari tersebut melempar jumrah ula, jumrah wusta dan jurmah aqaba yang masing-masing adalah 7 kali.

7. Thawaf ifadah

Jika Anda belum pernah melaksanakan thawaf ifadah maka Anda harus melaksanakan thawaf ifadah dan sa’i. Kemudian laksanakan thawaf wada’ sebelum Anda meninggalkan kota Mekah untuk berpulang ke tanah asal.


Itulah serangkaian kegiatan yang dilakukan para jemaah haji, melaksanakan ibadah ini memang tidak boleh asal. Oleh sebab itu, orang yang diwajibkan melaksanakan ibadah ini adalah ia yang mampu dalam berilmu. Jika ibadah ini dilakukan secara asal maka akan dianggap tidak sah dan tidak mendapatkan pahalanya. Sementara ibadah ini sendiri merupakan perbedaan untuk umat Muslim dengan umat Kristiani ataupun Yahudi. Di mana orang yang mengaku Muslim dan ternyata mampu melaksanakan ibadah ini namun tidak melakukan ibadah haji, ketika ia mati maka akan dianggap sebagai Kristen atau Yahudi.

Pengetahuan Mengenai Ibadah Haji dan Tata Cara Pelaksanaannya Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina