Rabu, 10 Februari 2016

Perbedaan Haji dan Umrah Secara Garis Besar

Perbedaan Haji dan Umrah _ Perbedaan haji dan umrah sering kali menjadi pertanyaan bagi kebanyakan orang. Jika Anda belum mengetahui atau belum paham mengenai kedua ibadah tersebut, simak uraian berikut. Ibadah haji dan umrah memang berbeda, di mana hukum dan pahala yang diterima tentu juga berbeda. Yang membedakan keduanya bukan hanya pada nama yang diberikan. Tetapi pada poin-poin penting sehingga keduanya dianggap berbeda. Walaupun keduanya dilaksanakan di Baitullah, akan tetapi ada perbedaan di antara keduanya. 

Perbedaan haji dan umrah terletak pada 3 poin utama yaitu pada waktu, rukun dan hukumnya. Namun niat juga menjadi salah satu hal yang membedakan keduanya. Untuk membantu Anda memahami perbedaan tersebut, berikut akan dibahas secara lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Perbedaan Haji dan Umrah

1. Waktu pelaksanaan

Perbedaan haji dan umrah yang pertama adalah pada waktu pelaksanaannya. Di mana ibadah haji dilakukan di bulan haji, lebih tepatnya yaitu pada tanggal 9 dzulhijah sampai 13 dzulhijah. Sementara ibadah umrah sendiri adalah ibadah yang tata cara pelaksanaannya hampir sama dengan ibadah haji namun dilakukan selain di luar tanggal 9 hingga 13 dzulhijah. Namun mengenai tempat pelaksanaannya sama, yaitu sama-sama dilakukan di Mekah.

2. Tata cara pelaksanaannya

Jika dilihat sekilas, tata cara pelaksanaan ibadah haji dan ibadah umrah hampir sama. Namun ternyata ada beberapa hal yang membedakan keduanya, di mana tata cara ibadah haji lebih banyak dibandingkan tata cara ibadah umrah. Rukun umrah sendiri terdiri dari 4 yaitu niat, thawaf, sa’i dan tahallul. Sementara rukun ibadah haji terdiri dari rukun umrah tersebut ditambah dengan wukuf di arafah, mabit di muzdalifah dan mabit di mina serta melempar jumrah.

3. Hukum

Yang paling membedakan antara ibadah haji dan ibadah umrah adalah pada hukumnya. Hukum ibadah haji adalah wajib bagi yang mampu, yaitu dari segi materi, fisik dan ilmu. Sementara hukum ibadah umrah adalah sunnah muakad, namun ada sebagian ulama yang mengatakan wajib bagi yang mampu. Di mana keduanya dapat dilakukan bagi orang-orang yang mampu, tidak hanya mampu dalam materi tetapi juga dalam fisik dan juga ilmu. Orang-orang yang mampu melaksanakan ibadah haji namun tidak melaksanakannya tentu akan mendapatkan dosa. Sesuai dengan hukumnya di mana ibadah haji hukumnya wajib.

Selain 3 hal penting tersebut, perbedaan haji dan umrah lainnya yaitu pada niat. Karena keduanya merupakan ibadah yang berbeda, tentunya niat yang diucapkan juga berbeda. Niat ibadah haji yaitu “Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala”, artinya yaitu “Aku berniat melakukan ibadah haji dan aku berihram karena Allah SWT”. Sementara niat ibadah umrah yaitu “Nawaitul u’mrata wa ahramtu biha lillahi ta’ala” yang artinya “Aku berniat untuk melaksanakan ibadah umrah dan aku berihram karena Allah SWT”.

Secara umum, perbedaan antara ibadah haji dan umrah terletak pada 3 poin utama yang sudah dibahas sebelumnya. Namun karena keduanya berbeda, tentunya niatnya juga harus berbeda. Di mana niat adalah sebuah hal yang sangat penting dalam agama Islam. Setelah mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut, tentunya Anda akan lebih mudah memahami kedua ibadah tersebut.


Sebagai seorang Muslim, Anda tahu ibadah mana yang diwajibkan untuk Anda dan yang tidak. Ibadah haji termasuk ibadah yang wajib untuk Anda lakukan, dengan catatan Anda mampu untuk melaksanakannya. Jika Anda melakukan ibadah haji, Anda sudah mempraktekkan tata pelaksanaan ibadah umrah. Pasalnya, rukun ibadah haji berbeda dan lebih banyak dibandingkan rukun ibadah umrah. Oleh sebab itu, orang yang sudah melakukan ibadah haji kemungkinan dapat melaksanakan ibadah umrah dengan lebih baik. Demikian uraian yang dapat dibagikan mengenai perbedaan haji dan umrah.

Perbedaan Haji dan Umrah Secara Garis Besar Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina