Jumat, 15 April 2016

Urutan dalam Menyampaikan Khutbah Hari Raya Idul Fitri

Khutbah Hari Raya Idul Fitri _ Idul Fitri merupakan hari yang banyak dinanti oleh seluruh Muslim di berbagai belahan dunia. Ketika Idul Fitri tiba semua Muslim bersuka cita menyambutnya dengan mengucapkan bacaan takbir dari malam hingga masuk waktu shalat Idul Fitri. Mengumandangkan takbir merupakan salah satu rangkaian ibadah Idul Fitri. Mulai dari mengumandangkan takbir, kemudian berhenti ketika memasuki waktu shalat Idul Fitri, lalu sebagai rangkaian kesempurnaan ibadah Idul Fitri dilaksanakan khutbah Idul Fitri oleh seorang khatib yang cukup bagus pemahaman agamanya. Khatib yang memberikan khutbah ini boleh berbeda dengan imam shalat namun khatib bisa juga merangkap sebagai imam shalat sesuai dengan kondisi yang ada.

Urutan dalam menyampaikan khutbah Idul Fitri dimulai dengan takbir, ucapan syukur, shalawat, wasiat taqwa, menyampaikan firman Allah, dan memohon ampunan untuk semua umat Islam. Seorang khatib dalam mengisi khutbah Idul Fitri sebaiknya mengikuti beberapa urutan ini:

Khutbah Hari Raya Idul Fitri

1. Memulai khutbah dengan mengucapkan takbir

Dalam khutbah Idul Fitri, disunnahkan seorang khatib memulainya dengan mengucapkan takbir. Pada khutbah pertama, takbir diucapkan sebanyak 9 kali berurutan, dan pada khutbah yang kedua sebanyak 7 kali berurutan. Namun meskipun demikian, khutbah ini tidak harus terdiri atas 2 khutbah layaknya shalat Jum’at, boleh hanya 1 kali khutbah tapi akan lebih baik jika tetap dilaksanakan dengan 2 kali khutbah meskipun tidak ada duduk sejenak diantara kedua khutbah tersebut.

2. Mengucap syukur dengan bacaan hamdalah

Rukun yang pertama ketika menyampaikan khutbah yaitu mengucap syukur atas limpahan rahmat dan karunia dari Allah SWT yang telah dianugerahkan kepada kita, karena atas limpahan rahmat-Nya tersebut kita bisa merasakan nikmatnya arti sebuah keimanan. Ucapan syukur ini biasanya disampaikan dalam bahasa Arab sebagai muqodimah khutbah.

Contohnya sebagai berikut: Innal hamdalillah, nahmaduhu wanasta’inuhu wastaghfiruhu, wana’udubillahi minsyururi anfusina, wamin syayyiati a’malina, man yahdihilaahu falaa muhdhilallah, wamayyudlil fala haadiyalah.

3. Mengucapkan shalawat untuk Baginda Rasulullah SAW

Setelah ucapan syukur kehadirat Allah selanjutnya memberikan shalawat serta salam untuk Rasulullah SAW karena atas risalah beliaulah kita bisa merasakan hidup di zaman yang terang benderang seperti sekarang bukan zaman yang menakutkan seperti di masa jahiliyah. Ucapan shalawat biasanya disambungkan dalam muqodimmah setelah ucapan syukur diatas. Ucapan shalawat sebagai berikut:

 أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Asyhadu ala ilaha ilallah wa asy hadu anna muhammadan abduhu warosuluh.

Artinya : (Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

4. Menyampaikan pesan taqwa

Setelah shalawat kemudian dilanjutkan dengan berpesan kepada hadirin untuk selalu bertaqwa pada Allad dengan taqwa yang sebenar-benarnya. Wasiat taqwa ini biasanya disampaikan dengan mengutip firman Allah pada QS. Ali Imron ayat 102 : Yaa ayyuhalladzina amanu ittaqullaha haqqa tuqotihi wala tamutuna illa wa antum Muslimuun.

5. Menyampaikan ayat Al Qur’an

Seorang khatib juga harus membacakan ayat Al-Qur’an di dalam khutbahnya, membaca ayat Al Qur’an ini bisa dijadikan satu dengan muqodimah bisa juga di dalam inti khutbah. Yang jelas ayat Al-Qur’an yang dibaca ini, sebaiknya yang berkorelasi dengan tema yang sedang dibahas. Jika pembacaan ayat Al-Qur’an ini dijadikan satu dengan muqodimah biasanya setelah pesan taqwa kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan “qolallahu ta’ala fi kitabihil karim, audzubillahiminas syaitonirrojim, bismillahirohmanirrohim,(baru membaca ayatnya) sodaqollahul adzim”. Sebaiknya isi khutbah Idul Fitri yang terkai dengan masalah zakat, tentang Idul Fitri, tentang ketaqwaan, dan lainnya.

6. Memohon ampun untuk seluruh umat Islam

Memohon ampun untuk semua umat Muslim bisa dilakukan dengan membaca doa untuk Muslimin dan Muslimat.


Demikianlah beberapa urutan dalam menyampaikan khutbah Idul Fitri. Semoga yang sedikit ini bisa diambil manfaatnya, jika ada yang benar itu dari Allah semata dan jika ada kesalahan itu datangnya dari penulis sendiri yang tak pernah lepas dari salah dan dosa.

Urutan dalam Menyampaikan Khutbah Hari Raya Idul Fitri Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina