Kamis, 26 Mei 2016

Tata Cara Shalat Witir Niat Beserta Artinya


Shalat witir beserta tata caranya akan kami bahas dalam artikel berikut ini. Shalat merupakan kewajiban untuk setiap Muslim yang sekaligus sebagai cara untuk mendekatkan diri pada Allah. Mengerjakan shalat itu hendaklah dengan hati yang khusyu' dan tawadhu' karena itu menjadi ruh dan jiwa Shalat. Yang dimaksud dengan khusyu' ialah menghadapkan jiwa dan raga sepenuhnya kepada Allah dengan segala kerendahan hati dan keikhlasan. Maka shalat yang akan bermanfaat ialah yang dikerjakan dengan hati khusyu', karena itulah shalat yang berisi dan akan diterima oleh Allah, sementara orang yang shalat dengan hati yang lengah dan alpa, perbuatannya itu jadi sia-sia saja karena kosong dan hampa. Shalat witir merupakan salah satu sholat sunnat yang diutamakan, yang bilangan rakaatnya adalah ganjil. Yang terkecil adalah satu rakaat, dan terbesar adalah 11 rakaat.

Maka dari itu, ketika mengerjakan shalat hendaklah ingatan seseorang tersebut tetap tertuju kepada Allah semata, tidak boleh selain-Nya. Dan itu hanya dapat tercapai bila pikirannya mengikuti dengan cermat apa yang diucapkan oleh lidahnya. Namun saat ini kami tidak akan membahas banyak mengenai cara-cara untuk menciptakan suasana khusyu'. Dalam artikel ini, kami akan membahas spesifik mengenai shalat witir, termasuk cara mencapai sholat witir dengan khusyu’.

Shalat Witir

Shalat witir yaitu shalat yang dilakukan pada petang hari yang batas waktunya adalah antara seusai shalat Isya' dan terbitnya fajar, sedangkan bilangan rakaatnya bernilai ganjil, mulai dari satu sampai sebelas rakaat. Cara mengerjakannya, tiap-tiap dua atau empat rakaat salam, dan terakhir satu atau tiga rakaat salam, maka tak usah duduk tasyahud awal supaya tidak menyerupai shalat Maghrib, seperti sabda Rasulullah yang telah diriwayatkan Ahmad, yaitu "Qaalat 'Aa-isyatu: Kaana Rasuulullaahi Shallaallaahu 'Alaihi Wasallama: yuutiru bitsalaatsin walaa yafshilu bainahunna", yang bermakna " 'Aisyah ra. menceritakan: adalah Nabi SAW: pernah menjalankan shalat witir dengan tiga rakaat yang tidak diselingi diantaranya" (HR. Ahmad).

Walaupun shalat witir sifatnya hanya sunnat, namun sangat diutamakan untuk dikerjakan, seperti yang tersampaikan pada sebuah hadits, "Yaa amalal qur'aani autiruu fa-innallaaha yu-hibbul witra", yang maknanya “Wahai para pengamal Al-Qur'an, tunaikanlah shalat Witir, sebab Allah itu Esa. Dia suka kepada bilangan witir (ganjil). Bila bulan Ramadhan telah sampai pada tanggal 15 Ramadhan sampai seterusnya, maka pada rakaat yang terakhir, yaitu ketika bangun dari ruku' witir disunnatkan membaca doa qunut dan selanjutnya selesaikanlah sampai salam.


Niat Shalat Sunnah Witir 3 Raka'at:

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAL WITRI TSALAATSA RAKA'AATIN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'ALA

Artinya : Saya niat sholat witir tiga raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Niat Shalat Sunnah Witir 2 Raka'at:

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
USHOLLI SUNNATAL WITRI RAK'ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'ALA

Artinya : Saya niat sholat witir dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Niat Shalat Witir 1 Raka'at:

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAL WITRI RAK'ATAN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'ALA

Artinya : Saya niat sholat witir satu raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala

Niat diatas dibaca ketika kita shalat witir menjadi ma'mum. Namun apabila kita menjadi imam, maka lafadz "MA'MUUMAN" diganti menjadi "IMAAMAN". Sehingga lafadznya menjadi seperti ini:

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAL WITRI RAK'ATAN MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA'AN IMAAMAN LILLAAHI TA'ALA

Artinya : Saya niat sholat witir satu raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala

Dan apabila sholat witir dilaksanakan sendirian, maka lafadz niatnya tanpa disertai dengan "MA'MUUMAN" dan/atau "IMAAMAN". Sehingga lafadz niat shalat witir sendirian adalah seperti ini :

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAL WITRI RAK'ATAN MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAAHI TA'ALA

Artinya : Saya niat sholat witir satu raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala
Jika Anda mengerjakannya tertib, sesuai urutan yang diajarkan dan meresapi setiap yang kita ucapkan dalam shalat, maka kita bisa mendapatkan shalat yang khusyu’.


Shalat witir beserta tata caranya telah kami tuliskan di atas untuk Anda. Mengenai perkara doa sesudah melakukan shalat sunnat ini, jika Anda belum hafal dan belum mengerti benar artinya, maka akan lebih baik jika Anda mencari referensi melalui buku panduan shalat yang lengkap. Di situ akan banyak sekali dijelaskan mengenai berbagai macam shalat begitu juga doa-doanya beserta cara melakukannya. Ingat, dalam Islam mengajarkan bahwa setiap berdoa juga harus mengerti artinya, jangan hanya berdoa memakai bahasa Arab tetapi artinya sama sekali tak tahu. Jika diibaratkan seseorang hanya mengenakan celana tanpa baju. Harapannya, setelah membaca artikel kami, Anda semakin mengerti makna dari sebuah shalat sunnat. Semoga bermanfaat.

Tata Cara Shalat Witir Niat Beserta Artinya Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina