Kamis, 02 Juni 2016

Inilah Tata Cara Mandi Wajib Yang Benar Menurut Islam

Tata cara mandi wajib ada bermacam-macam sesuai dengan hadast besar yang sedang dialami. Di dalam artikel kami kali ini akan membahasnya satu per satu. Tetapi, kami terlebih dahulu akan membahas apa itu mandi wajib dan hadast besar. Mandi wajib merupakan suatu bentuk kewajiban yang harus dilakukan untuk menyucikan kembali jiwa dan raga dari hadast besar. Sedangkan hadast besar merupakan hadast yang wajib disucikan dengan cara memandikan diri. Hadast sendiri berarti hal ihwal yang terjadi pada diri atau tubuh seorang Muslim yang mengakibatkan dia tidak boleh melakukan shalat, tawaf, ataupun yang lainnya. Tata cara mandi wajib dari hadast besar telah dituntunkan oleh Rasulullah SAW. Mandi wajib merupakan cara untuk membersihkan diri dari hadast besar yang menimpa seorang muslim.

Hadast besar yang wajib menyucikannya dengan mandi, antara lain darah haid dan nifas, melahirkan anak tanpa darah, mayit seorang Muslim, kafir masuk Islam, dan janabah (terjadi karena dua hal, yaitu jima' atau keluar mani baik karena bermimpi, memandang dan sebagainya). Adapun najis seperti buang air kecil dan hajat termasuk hadast kecil yang cukup dibersihkan dengan berwudhu.
Najis menurut bahasa artinya adalah kotor. Menurut hukum syariat, najis adalah semua hal yang menjadi penyebab terhalangnya kita dari sahnya shalat. Yang termasuk najis ialah segala sesuatu yang keluar dari kubul ataupun dubur, kecuali mani. Nanah, darah, arak, susu binatang yang tidak boleh diminum, bangkai, anjing, dan semua bangkai yang najis, kecuali bangkai ikan, belalang dan mayat manusia.

Tata Cara Mandi Wajib

Najis terbagi dalam tiga jenis, antara lain:

1. Najis mukhaffafah

Merupakan najis yang ringan, yaitu air kencing bayi laki-laki yang belum memakan makanan kecuali menyusu pada ibunya. Cara menyucikannya dengan memercikkan air pada tubuh yang terkena air kencing bayi tersebut.

2. Najis mughalladhah

Merupakan najis yang tergolong berat, yaitu najis dari babi, anjing, dan keturunan dari kedua binatang tersebut. Jika seorang Muslim tersentuh secara sengaja atau tidak sengaja oleh kedua jenis binatang tersebut dalam keadaan basah, maka wajiblah disucikan dengan disamak. Cara menyucikannya ialah dengan dibasuh sebanyak tujuh kali dengan air mutlak dan salah satu darinya hendaklah dengan air tanah.

3. Najis mutawasithah

Merupakan najis pertengahan, yaitu selain daripada kedua najis di atas. Cara menyucikannya hendaklah dihilangkan baunya, rasanya, dan juga warnanya. Apabila setelah dibasuh ternyata masih tidak hilang juga, hendaklah diulangi dibasuh lagi hingga hilang. Setelah itu jika tetap tidak hilang, maka hukumnya menjadi dimaafkan.

Semua jenis najis tersebut tidak termasuk sebagai penyebab kita mandi wajib.

Tata cara mandi wajib dari hadast besar, antara lain niat mandi besar dalam hati tidak perlu diucapkan, membaca basmallah, melakukan wudhu secara sempurna, membasahi kepala dengan air (jika telah merata lalu menyiram seluruh kepala tersebut dengan air sebanyak tiga kali), dan membasuh seluruh badan. Pada seorang wanita mandi janabah tidak diwajibkan membuka anyaman rambut, tetapi diwajibkan pada mandi haid dan nifas. Disunatkan pula bagi wanita yang mandi haid atau nifas mengambil sepotong kapas atau sejenisnya, lalu mengolesinya dengan harum-haruman, sesudah itu digosokkan ke seluruh bagian tubuh yang bekas kena darah, untuk menghilangkan bau amis yang tertinggal.


Demikianlah uraian mengenai tata cara mandi wajib dari hadast besar. Setelah kita mandi wajib, maka kita sudah diperbolehkan untuk melakukan shalat dan jenis ibadah lainnya yang sebelumnya dilarang dilakukan karena hadast tersebut. Namun pastikan bahwa pakaian yang Anda pakai juga bersih dari najis, agar tidak membatalkan shalat Anda. Semoga artikel ini bisa memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda mengenai mandi wajib.

Inilah Tata Cara Mandi Wajib Yang Benar Menurut Islam Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina