Minggu, 16 Oktober 2016

Asal Usul Dajjal Yang Menjadi Musuh Besar Umat Islam di Akhir Zaman

Asal usul Dajjal menjadi lebih menarik untuk dibahas karena berkaitan dengan datangnya hari kiamat. Memang benar, salah satu pertanda sughro atau besar datangnya hari kiamat, yaitu datangnya Dajjal. Rasulullah juga sudah mengingatkan akan hal tersebut dan menyebut Dajjal sebagai fitnah terbesar untuk umat Islam di akhir zaman. Mereka yang keimanannya tipis akan mudah termakan bujuk rayu Dajjal yang mengaku sebagai Tuhan ini. Berbeda dengan beberapa umat Islam yang masih diselamatkan oleh Allah SWT dan tidak mau mengakui Dajjal sebagai Tuhan. Mereka itulah yang selamat pada saat hari kiamat tiba. Asal usul Dajjal penting diketahui. Asal usul Dajjal merupakan musuh besar umat Islam di dunia pada saat akhir zaman. Fitnahnya begitu besar hingga membuat banyak orang kafir.

Dalam sebuah riwayat, Dajjal nantinya akan dapat dikalahkan sekaligus dibunuh oleh Nabi Isa yang diturunkan oleh Allah dari langit ke bumi. Setelah Dajjal menemui ajalnya, kehidupan umat Islam selanjutnya dipimpin oleh Nabi Isa selama beberapa tahun hingga akhirnya beliau juga meninggal dunia. Lalu, bagaimana asal usul Dajjal hingga menjadi musuh besar bagi umat Islam di akhir zaman? Simak terus ulasannya berikut ini.

Asal Usul Dajjal

Penyebutan Dajjal Dalam al-Qur-an

Para ulama bertanya-tanya tentang hikmah tidak disebutkannya Dajjal secara jelas di dalam al-Qur-an padahal fitnahnya sangat besar. Demikian pula peringatan para Nabi terhadapnya (dalam al-Qur-an), juga perintah agar me-mohon perlindungan dari fitnahnya di dalam shalat. Mereka menjawabnya dengan beberapa jawaban di antaranya:


a. Sesungguhnya Dajjal diungkapkan dalam kandungan lafazh اَلآيَاتُ (tanda-tanda) yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا

“… pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabb-mu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu…” [Al-An’aam: 158]

Tanda-tanda yang dimaksud adalah Dajjal, terbitnya matahari dari barat, dan binatang. Semuanya diungkapkan dalam penafsiran ayat ini.

Imam Muslim dan at-Tirmidzi رحمهما الله meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ إِذَا خَـرَجْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِـيْ إِيْمَانِهَا خَيْرًا: طُلُوْعُ الشَمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ اْلأَرْضِ.

‘Ada tiga hal yang jika keluar, maka tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau (belum) berusaha berbuat kebaikan dengan imannya itu: terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang bumi.

b. Sesungguhnya al-Qur-an menyebutkan turunnya Nabi ‘Isa Alihissallam, dan Nabi ‘Isalah yang akan membunuh Dajjal. Maka menyebutkan Masiihul Huda sudah cukup, sehingga tidak perlu menyebutkan Masihudh Dhalaa-lah. Dan kebiasaan orang Arab adalah merasa cukup dengan menyebut-kan salah satu yang berlawanan tanpa menyebutkan yang lainnya.

c. Sesungguhnya dia (Dajjal) di sebutkan dalam firman-Nya:

لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.” [Al-Mu’min: 57]

Sesungguhnya yang dimaksud dengan manusia di sini adalah Dajjal, ayat ini termasuk pengungkapan semua komponen untuk sebagian darinya.

Abul ‘Aliyah rahimahullah berkata, “Maknanya adalah lebih besar daripada penciptaan Dajjal ketika kaum Yahudi membesar-besarkannya.”

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Dan ini -jika memang telah tetap- merupakan sebaik-baiknya jawaban, maka termasuk tanggung jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjelaskannya, wallaahu a’lam.”

Diriwayatkan bahwa Dajjal muncul pertama kali di wilayah Khurasan yang saat ini berada di negara Irak. Selanjutnya, Dajjal memulai petualangannya untuk mencari pengikut sebanyak-banyaknya. Misi utamanya hanya satu, yaitu membuat umat manusia yang masih bertahan saat itu untuk mengakui dirinya sebagai Tuhan, tak terkecuali mereka yang beragama Islam. Dajjal dapat membuat keajaiban yang mungkin dipikiran manusia hanya dapat dilakukan oleh Tuhan. Misalnya, Dajjal mampu menurunkan hujan, menumbuhkan banyak tumbuhan di bumi, menghidupkan orang mati, dan menyembuhkan orang buta.

Rasulullah memberikan ciri-ciri dari asal usul Dajjal sebagai berikut. Dajjal berjenis kelamin laki-laki, masih muda, berkulit merah kecoklatan, sebelah matanya buta, tidak memiliki anak, serta tertulis di antara kedua matanya ‘kafir’ yang dapat dibaca setiap muslim. Dengan ciri-ciri yang diceritakan Rasulullah dalam hadis shohih tersebut, kita sebagai umat Islam seharusnya semakin berhati-hati akan kehadiran sosok Dajjal. Bukan hanya sosoknya, tetapi sifatnya yang ingin selalu mengkafirkan orang Islam di seluruh dunia.

Dari satu kaum ke kaum yang lain Dajjal mendatangi mereka agar percaya bahwa dirinya adalah Tuhan. Jika kaum tersebut percaya dan mengikutinya maka diturunkanlah keajaiban kepada mereka, seperti hujan turun, hewan ternak yang gemuk-gemuk, tanah subur, dan sebagainya. Sementara bagi kaum yang tidak mau menerimanya sebagai Tuhan, Dajjal akan memberi mereka kesengsaraan dan kepedihan yang luar biasa. Inilah yang dimaksud dengan fitnah terbesar bagi umat manusia. Jika mereka yang tidak kuat imannya tentu akan terbujuk dengan kata-kata Dajjal dan mengikuti kekafirannya.

Dari kekacauan tersebut, kemudian Allah SWT menurunkan Nabi Isa ke bumi, tepatnya di menara putih sebelah timur Damaskus. Menurut riwayat, Nabi Isa saat ini dikawal oleh dua malaikat yang menemaninya turun ke bumi. Selanjutnya, Nabi Isa mencari Dajjal dan menemukannya di sebuah tempat yang bernama Bab Lud, yaitu di sekitar Syria dan berhasil membunuhnya. Setelah itu, Nabi Isa mendatangi umat Islam yang masih mempertahankan keimanannya dari serangan Dajjal. Mereka itulah yang akan diselamatkan pada saat hari kiamat terjadi.


Dajjal menjadi musuh besar umat Islam di dunia, dimana Dajjal dapat membuat semua keajaiban yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa. Oleh karena itulah, Dajjal mengaku sebagai Tuhan. Namun demikian, Dajjal tetaplah manusia kafir yang dapat mati. Pada akhirnya, kemenangan tetap dimiliki oleh umat Islam hingga di akhir zaman. Itulah sekelumit cerita mengenai asal usul Dajjal.

Asal Usul Dajjal Yang Menjadi Musuh Besar Umat Islam di Akhir Zaman Rating: 4.5 Posted by: Nina Hasrina